Bogor — Di tengah derasnya arus kehidupan modern yang kian menjauhkan manusia dari ruang-ruang perenungan, majelis ilmu tetap menjadi oase yang menenangkan.
Suasana itulah yang terasa dalam Pengajian TAMASYA (Ta’lim Maulid Sabtu Ahad) ke-167 yang digelar pada Ahad, 17 Mei 2026, di kediaman Bapak Ade Irman dan Ibu Rika Yuristiana, kawasan Puri Matahari Laladon, Bogor.
Ratusan jamaah memadati lokasi sejak pagi hari. Lantunan Maulid Simtudurror, doa-doa, dan dzikir bergema mengiringi dimulainya acara yang berlangsung penuh kekhidmatan dan kehangatan kekeluargaan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Tartibul Fatihah, pembacaan Maulid Simtudurror, doa maulid, serta doa tahlil yang dipanjatkan khusus untuk kedua orang tua shahibul bait. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan keluarga tuan rumah, ceramah umum, kajian kitab, hingga doa penutup dan ramah tamah bersama jamaah.
Mewakili keluarga tuan rumah, Ustadz Tohir mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya karena rumah mereka dapat menjadi tempat berlangsungnya majelis Tamasya ini
Pada sesi ceramah umum bertema “Prostadz (Proses Menjadi Ustadz)”, Abu Farid menyampaikan kisah perjalanan spiritualnya mengenal majelis ilmu dan Pesantren Darul Futuh.
Dengan gaya penyampaian yang sederhana namun menyentuh, ia menceritakan bagaimana pertemuannya dengan lingkungan majelis menjadi titik balik kehidupannya.
Dalam kesempatan itu, Abu Farid juga meminta doa kepada seluruh jamaah agar putranya yang sedang menempuh pendidikan di Pesantren Darul Futuh.
Sementara itu, Narasumber Utama yaitu Kyai Ahmad Said dengan mengkaji Kitab Riyadhus Sholihin karya Al-Imam An-Nawawi Rahimahullah. Kajian kali ini membahas Hadits nomor 276 pada Bab 34 tentang makna wanita atau istri dalam Islam.
Dalam muqoddimahnya, Kyai Ahmad Said mengingatkan bahwa majelis ilmu merupakan “taman surga” di dunia. Ia mengutip sabda Rasulullah ﷺ:
“Barang siapa menempuh perjalanan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.”
Menurut beliau, perjalanan menuju majelis bukan sekadar aktivitas rutin, melainkan bagian dari ikhtiar spiritual untuk mendapatkan hidayah, keberkahan, dan ketenangan hidup.
“Kadang orang merasa hidupnya berat, ibadah terasa malas, hati sempit, salah satunya karena langkah kaki kita kurang sampai ke taman-taman surga, yaitu majelis ilmu,” tutur beliau di hadapan jamaah.
Kyai Ahmad Said juga menekankan pentingnya meluruskan niat dalam menghadiri pengajian. Ia menjelaskan bahwa para ulama terdahulu selalu menanamkan banyak niat ketika menghadiri majelis, mulai dari mencari ilmu, keberkahan, persaudaraan, hingga memohon kelapangan rezeki dari Allah SWT.
Dalam pembahasan hadits, beliau menjelaskan bahwa Islam sangat menekankan penghormatan dan perlakuan baik terhadap perempuan. Hadits yang menyebut wanita sebagai “tawanan” tidak boleh dipahami secara tekstual tanpa penjelasan ulama.
“Rasulullah ﷺ menyerupakan wanita sebagai tawanan dalam makna tanggung jawab dan penjagaan, bukan untuk diperlakukan semena-mena,” jelasnya.
Beliau juga mengingatkan pentingnya memahami agama melalui kajian kitab dan penjelasan para ulama agar tidak terjebak pada pemahaman yang keliru akibat hanya mengandalkan terjemahan semata.
Kajian yang disampaikan dengan gaya ringan namun mendalam itu beberapa kali diselingi humor dan contoh-contoh kehidupan rumah tangga sehari-hari, membuat jamaah tampak antusias mengikuti hingga akhir acara.
Pengajian TAMASYA sendiri merupakan agenda rutin Ta’lim Maulid Sabtu Ahad yang terus bergerak dari rumah ke rumah sebagai bagian dari syiar Islam dan penguatan ukhuwah masyarakat. Hingga pertemuan ke-167 ini, kegiatan tersebut tetap mendapat sambutan luas dari masyarakat berbagai kalangan.
Menjelang siang, acara ditutup dengan doa dan dilanjutkan ramah tamah dan makan siang bersama seluruh jamaah dalam suasana penuh keakraban.
Di tengah kehidupan masyarakat yang semakin individualistik, majelis seperti TAMASYA menjadi pengingat bahwa tradisi ilmu, shalawat, dan silaturahmi masih hidup dan terus tumbuh di tengah umat.
Dan kami selaku Penanggung Jawab Kegiatan Tamasya Berterima Kasih Sebesar-besarnya Kepada Para Pendukung Acara, yang Sudah Terlibat sebagai Donatur, Membantu Dengan Tenaga, Doa dan Lain Sebagainya,
Dan Kami Juga Selaku Penanggung Jawab juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di Minggu yang akan datang.
Untuk informasi lebih lanjut:
Konfirmasi Pengajuan Tempat
Penanggung Jawab Tamasya
Yogi Setiawan
(089638202536)
Infaq Acara Transfer Ke :
BSI ( Bank Syariah Indonesia )
A/n Majlis Ta’lim Darul Futuh
7755777883
( Konfirmasi ke Nomor WA diatas)
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Klo Mau Lebih Lengkapnya Mari Nonton Link di bawah ini 👇