DRAMAGA, BOGOR – Kegiatan TAMASYA (Ta’lim dan Maulid Sabtu Ahad) Putaran ke-171 sukses diselenggarakan pada Ahad, 21 Juni 2026, bertempat di Pesantren Ibadurrahman, Dramaga, Kabupaten Bogor. Acara yang dipimpin oleh Ustadz Yusuf Amarullah ini dihadiri ratusan jamaah dari berbagai wilayah Bogor dan sekitarnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Tartibul Fatihah, pembacaan Maulid Simthud Durar, doa maulid, serta doa tahlil untuk kedua orang tua shohibul bait. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan tuan rumah, ceramah Prostadz (Proses Menjadi Ustadz), kajian kitab Riyadhus Shalihin, doa penutup majelis, serta ramah tamah dan makan siang bersama.
Dalam sambutannya, Shohibul Bait Ustadz Yusuf Amarullah menyampaikan apresiasi atas konsistensi kegiatan TAMASYA yang telah memasuki putaran ke-171.
Beliau juga mengenang sosok almarhum Babeh Erys, yang selama ini dikenal sebagai salah satu penggerak kegiatan TAMASYA pada periode-periode sebelumnya.
Beliau Juga Meminta Maaf Bila dalam Jamuan Terdapat banyak Kekurangan.
Prostadz: Ciptaan Allah Sempurna, Manusia Harus Bermanfaat
Pada sesi Prostadz (Proses Menjadi Ustadz), Pa Yusuf Abdillah menyampaikan materi tentang kesempurnaan ciptaan Allah SWT.
Beliau menjelaskan bahwa seluruh ciptaan Allah, mulai dari makhluk terkecil hingga terbesar, diciptakan dengan kesempurnaan yang tidak memerlukan revisi sebagaimana karya manusia.
Sebagai landasan, beliau membacakan firman Allah SWT dalam Surat Al-Mulk ayat 3:
“Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Tidak akan engkau lihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih sesuatu ketidakseimbangan. Maka lihatlah sekali lagi, adakah engkau melihat suatu cacat?” (QS. Al-Mulk: 3).
Beliau menegaskan bahwa manusia hanya mampu merakit dan mengembangkan sesuatu dari bahan yang telah Allah ciptakan, sedangkan Allah SWT menciptakan segala sesuatu dengan kesempurnaan mutlak.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga shalat lima waktu.
“Jangan pernah berani meninggalkan shalat. Shalat adalah tiang agama dan kewajiban yang tidak boleh diremehkan oleh seorang muslim,” pesannya.
Selain itu, ia mengutip hadis:
«خير الناس أنفعهم للناس»
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”
Menurutnya, setiap muslim harus berusaha memberikan manfaat bagi lingkungan, keluarga, masyarakat, dan umat, serta menjauhi perbuatan yang menimbulkan mudarat bagi orang lain.
*Kyai Ahmad Sa’id: Menuntut Ilmu Harus Berujung pada Dakwah*
Sebagai narasumber utama, Kyai Ahmad Sa’id, Pimpinan Majelis Ta’lim dan Pondok Pesantren Darul Futuh, menyampaikan kajian kitab Riyadhus Shalihin karya Imam Nawawi Rahimahullah, Bab 34, Hadis Nomor 279 tentang sikap Nabi Muhammad SAW terhadap suami yang memukul istrinya.
Dalam muqaddimah kajiannya, Kyai Ahmad Sa’id menegaskan bahwa tujuan utama menuntut ilmu bukan hanya untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk mengemban risalah dakwah Rasulullah SAW.
“Tujuan mengaji bukan sekadar mencari ilmu untuk diri sendiri, tetapi bagaimana ilmu itu dapat disampaikan kepada orang lain sehingga ajaran Rasulullah SAW terus hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ungkap beliau.
Menurutnya, seorang santri harus memiliki empat bekal utama, yaitu ilmu, mental, semangat, dan keberanian berdakwah. Karena itu, program-program seperti TAMASYA, Mudzakarah, dan Muwajahah menjadi sarana penting untuk melatih kemampuan menyampaikan ilmu di tengah masyarakat.
Beliau juga memberikan motivasi kepada para santri agar memiliki semangat tinggi dalam belajar serta senantiasa memohon kepada Allah SWT agar diberikan kemudahan memahami ilmu agama.
“Santri harus memiliki semangat belajar dan meminta kepada Allah agar dibukakan pintu pemahaman. Ilmu tidak cukup hanya dihafal, tetapi harus dipahami dan diamalkan,” pesannya.
Dalam pembahasan hadis, Kyai Ahmad Sa’id menjelaskan bahwa Rasulullah SAW sangat memperhatikan kemuliaan dan perlindungan terhadap perempuan. Beliau menerangkan bahwa meskipun syariat memberikan tahapan tertentu dalam menghadapi nusyuz, Rasulullah SAW tetap menegaskan bahwa suami yang gemar memukul istrinya bukanlah termasuk orang-orang terbaik.
Kajian berlangsung dengan suasana hangat dan penuh antusiasme dari para jamaah serta santri yang hadir.
Penutup
Kegiatan TAMASYA Putaran ke-171 ditutup dengan doa bersama, dilanjutkan ramah tamah dan makan siang bersama.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat menuntut ilmu, berdakwah, serta mengamalkan ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin terus tumbuh di tengah masyarakat.
Dan kami selaku Penanggung Jawab Kegiatan Tamasya Berterima Kasih Sebesar-besarnya Kepada Para Pendukung Acara, yang Sudah Terlibat sebagai Donatur, Membantu Dengan Tenaga, Doa dan Lain Sebagainya,
Dan Kami Juga Selaku Penanggung Jawab juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di Minggu yang akan datang.
Untuk informasi lebih lanjut:
Konfirmasi Pengajuan Tempat
Penanggung Jawab Tamasya
Yogi Setiawan
(089638202536)
Infaq Acara Transfer Ke :
BSI ( Bank Syariah Indonesia )
A/n Majlis Ta’lim Darul Futuh
7755777883
( Konfirmasi ke Nomor WA diatas)
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Klo Mau Lebih Lengkapnya Mari Nonton Link di bawah ini 👇